Desa Pancasan

Informasi dan Komunikasi

Tentang Kartu Identitas Diri, E-KTP & Paspor.

 

Suasana Sosialisasi

Suasana Sosialisasi

Tiga instansi yang terkait identitas kependudukan secara bersama mengadakan sosialisasi mengenai kartu-identitas yang mereka terbitkan. Dindukcapil Kabupaten Banyumas mengenai E-KTP yang dalam proses pendistribusian, Kantor Imigrasi Cilacap tentang proses pembuatan paspor dan Dinsosnakertrans Kabupaten Banyumas tentang ketenaga kerjaan terkait identitas diri.

Pertemuan yang dihelat di Fatmaba Hotel Ajibarang pada hari Selasa, 24 April 2013 tersebut dihadiri oleh Camat dan Kepala Desa dari empat kecamatan, yaitu Ajibarang, Cilongok, Pekuncen dan Gumelar.

Ratimin S Sos, Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, dalam penyampainnya mengatakan beberapa hal tentang e-ktp, dengan e-ktp sudah tidak mungkin adanya pemalsuan, karena e-ktp memuat data pribadi si pemilik dan data disimpan on-line. Bila ada yang sudah merekan data akan mengulang rekam data di tempat lain, secara otomatis komputer akan menolak.

” Karena data yang direkam adalah data yang bersifat unik, dan sangat kecil kemungkinan dua orang akan memiliki dua data yang sama. Contoh, sidik jari, rekam iris mata.”

Ketentuan yang lain juga disampaikan Ratimin. Bahwa e-ktp seharusnya tidak boleh difotokopi, diklip dan terkena basah. Dikhawatirkan, dengan perlakuan-perlakuan tersebut, data yang terrekam dalam chip e-ktp, akan rusak atau terhapus.

” Namun ada titik lemah,” lanjut Ratimin. Bahwa para fihak, instansi2 yang mempunyai kepentingan dengan data kependudukan, tidak diajak mempersiapkan card reader untuk instansinya. Dengan larangan fotokopi, diharapkan ktp elektronik dibaca melalui mesin pembaca kartu (card reader) di instansi2 yang berkepentingan. Mereka, contohnya bank, sudah terbiasa dan siap menerima berkas2 fotokopian, termasuk e-ktp.

” Solusi sementara, fotokopi e-ktp cukup sekali dan dilaminasi. Selanjutnya fotokopian itu yang digunakan untuk difotokopi ulang, apabila dibutuhkan.”

Narasumber berikutnya, Nooryono, S Sos, Kepala Dinsosnakertrans Kab. Banyumas, lebih banyak membicarakan tentang kondisi betapa lemahnya perlindungan kepada para buruh migran, TKW/TKI.

Dilihat dari basis data tenaga kerja di luar negeri,” Di dinas kami tercatat hanya 1.800 orang. Namun di BNPTKI, tercatat 8.027 orang. dihawatirkan, tenaga kerja ¬†yang tidak tercatat, adalah tenaga kerja yang tidak melalui Disnaker.”

Nara sumber dari Kantor Imigrasi Cilacap, dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang penyederhanaan dan kemudahan proses pembuatan paspor.

Bahwa paspor dibuat dalam tiga jenis, paspor diplomatik, paspor dinas dan swasta. Paspor baik yang tebal, 34 halaman maupun yang tipis, 24 halaman mempunyai masa berlaku yang sama, 5 tahun. Ketebalan paspor disesuaikan dengan kepentingan pengguna, bila sering bepergian ke luar negeri, tentu dibutuhkan paspor yang banyak halaman. Sedang yang untuk bepergian satu kali namun lama, agar menggunakan paspor yang 24 halaman.

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Kabar Kampung. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Tulisan Terakhir

  • pengunjung

    Hit Counter by Digits
  • Proses pengajuan usulan web domain.desa.id

  • Arsip



  • Desa ini merupakan anggota jaringan :